Menu

Mode Gelap
Pemkab Halbar Keciprat Dana Transfer Rp768 Miliar Tekan Penyalagunaan Medsos, Diskominfo Halbar Gelar Sosialisasi Si Jago Mera Mengamuk, 5 Rumah Warga di Kepsul Hangus Terbakar Selundupkan 250 Botol Miras, ABK Kapal KM Rukun Abadi Diamankan Angota Polres Sula Wakili Bupati/Walikota Se-Malut, Fifian Sampaikan Komitemen Pertahankan Opini WTP

Daerah · 16 Sep 2022 13:43 WIT ·

Desak Copot Dirinya, Ini Tanggapan Kades Wainib


 Desak Copot Dirinya, Ini Tanggapan Kades Wainib Perbesar

SANANA, Teluknews.com- Kepala Desa (Kades) Wainib, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Arman Duwila, S.T angkat bicara terkait aksi sejumlah warganya yang meminta Bupati Kepsul mencopot dirinya.

Saat ditemui media ini, Jumat (16/09/2022) jelang siang tadi, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Universitas Khairun Ternate tahun 2009-2010 itu tampak tenang. Ia terlihat tak marah sedikitpun.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unkhair tahun 2009-2010 itu malah memberikan apresiasi atas aksi warganya tersebut.

“Itu hak mereka (massa aksi, red) dalam dunia demokrasi. Saya memberikan apresiasi karena aksi itu bagian dari kontrol sosial,” ujarnya.

Namun dia menyayangkan sikap massa aksi yang enggan mau mendengar penjelasan saat mereka melakukan aksi pertama,  beberapa waktu lalu.

“Saat aksi pertama, saya ingin memberikan penjelasan atas apa yang dituduhkan, tapi mereka tidak mau. Tapi, tidak apa-apalah. Karena itu warga saya, saya tak marah,” pungkasnya sembari menyatakan terkait tuduhan-tuduhan massa aksi, dia serahkan sepenuhnya pada Yang Maha Kuasa.

“Jabatan ini adalah amanah dari Tuhan. Kelak, jika Tuhan mau mengambilnya, saya bisa apa? Ya, hanya bisa berikhtiar saja,” ujarnya.

Berbeda dengan mayoritas masyarakat Desa Wainib yang lain. Mereka justru merespons negatif terhadap aksi yang melibatkan dua organisasi mahasiswa di Kepulauan Sula kemarin itu.

Mereka menganggap aksi Mulkin Fokaaya dan Rusdiyanto Umagap cs tersebut syarat dengan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu yang sejak awal tidak menginginkan Arman Duwila menjadi kepala Desa Wainib.

“Itu tuntutan segelintir oknum masyarakat yang syarat dengan kepentingan pribadi dan kelompok,” tandas Basirun Umasugi, masyarakat Desa Wainib, Jumat (16/09/2022).

Sementara salah satu pengurus Pemuda Desa Wainib, Darmin Umagap menegaskan bahwa, tuntutan yang disampaikan Mulkin Fokaaya selaku Ketua Pemuda Desa Wainib dalam orasi kemarin, bukan murni keinginan pemuda, melainkan keinginan pribadinya.

“Tuntutan massa aksi sangat tendesius dan kontradiktif dengan kepemimpinan Arman Duwila sebagai Kepala Desa Wainib. Karena saat mereka (Mulkin cs, red) melakukan aksi pertama beberapa waktu lalu, kepala desa mau kasi penjelasan, tapi mereka tidak mau. Mereka malah melanjutkan aksi di Kantor Camat di desa tetangga (Waitamua, red). Ini kan aneh. Ini ada apa?” ujarnya dengan nada tanya.

Dia juga mengatakan, massa aksi yang ikut aksi kemarin merupakan masyarakat yang sejak awal tidak menginginkan Arman Duwila menjadi kepala Desa Wainib.

“Itu mereka hanya ingin mencari-cari kesalahan, seakan-akan apa yang dituduhkan itu benar. Karena itu, kami mayoritas masyarakat Desa Wainib meminta agar Pemerintah Daerah tidak terprovokasi dengan tuntutan mereka yang sangat tendesius itu,” pintanya.

Hal senada disampaikan salah satu Imam Desa Wainib, Yakub Fokaaya. Dia justru mengaku senang dengan kepemimpinan Arman Duwila sebagai Kepala Desa Wainib.

“Kami masyarakat Desa Wainib sangat senang dengan kepemimpinan kepala desa Wainib Arman Duwila. Karena dilihat dari kacamata kami warga Desa Wainib, Arman Duwila merupakan salah satu sosok pemimpin yang sangat transparansi terhadap warganya,” ucapnya.

Di lain sisi, lanjut Yakub, Arman Duwila juga salah satu pemimpin yang baik dan memiliki sopan santun dalam bermasyarakat.

“Selain itu, dari segi keagamaannya, dilihat baik. Karena itu, kalau dituduh korupsi, itu tuduhan yang mengada-ada,” ucap Yakub.

Oleh karenanya, Yakub juga berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula tidak gegabah merespons tuntutan yang disampaikan sejumlah oknum masyarakat Wainib yang terkesan mengada-ada itu.

“Kami masyarakat Wainib yakin Pemerintah Daerah akan bijak menyikapinya,” tutup Yakub. (nd)

Artikel ini telah dibaca 310 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rabu Nanti Presiden Jokowi Resmikan Masjid Shaful Khairaat Sofifi

26 September 2022 - 13:13 WIT

Lantik 34 PPK, Saifudin Minta Perketat Pengawasan Proyek

26 September 2022 - 12:23 WIT

Target 50 Persen Tindaklanjut Temuan BPK, Inspektorat Halmahera Barat Gencar Lakukan Sidang TPTGR

22 September 2022 - 14:36 WIT

Pelatihan Dasar CPNS Golongan III dan II Resmi Ditutup

19 September 2022 - 06:33 WIT

Serap Aspirasi Masyarakat, Kuntu Daud Gelar Reses di Halmahera Selatan

18 September 2022 - 18:58 WIT

27 September Cakades Terpilih di Halmahera Barat Dilantik

16 September 2022 - 22:35 WIT

Trending di Daerah