Menu

Mode Gelap
Pemkab Halbar Keciprat Dana Transfer Rp768 Miliar Tekan Penyalagunaan Medsos, Diskominfo Halbar Gelar Sosialisasi Si Jago Mera Mengamuk, 5 Rumah Warga di Kepsul Hangus Terbakar Selundupkan 250 Botol Miras, ABK Kapal KM Rukun Abadi Diamankan Angota Polres Sula Wakili Bupati/Walikota Se-Malut, Fifian Sampaikan Komitemen Pertahankan Opini WTP

Pariwisata · 15 Jun 2020 01:27 WIT ·

Fasilitas Tidak Memadai, Wisatawan Keluhkan Penarikan Retribusi di Pulau Babua


 Fasilitas Tidak Memadai, Wisatawan Keluhkan Penarikan Retribusi di Pulau Babua Perbesar

JAILOLO,Teluknews.com – Pulau Babua adalah salah satu potensi wisata andalan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), ketika liburan, namun sayang wisata andalan itu, tidak seperti yang diharapkan pengunjung wisata.

Pulau Babua, selain dikenal sebagai tempat bersejarah dan tempat snorkeling bagi pengunjung, juga bisa sebagai tempat santai bagi warga yang saat ingin menikmati suasana pantai, selain pasir putih kerikil yang indah, laut bebiruan juga bisa menghanyutkan mata memandang, ketika santai di pulau kecil tak bertuan itu. Pulau indah nan menawan itu, sungguh menakjubkan mata wisatwan, namun tidak seindah dibayangkan, karena tidak terurus, akibat tumpukan sampah yang berhamburan di tampat berteduh atau gazebo.

”Pulau ini adalah tempat bersejarah, namun tidak di rawat oleh pemkab, maupun desa setempat sebagai potensi parawisata,”ungkap salah satu pengunjung pulau Babua Jadad Muhidin, ketika berkunjung di pulau Babua, Minggu, (14/6).

Pulau babua sendiri oleh masyarakat Jailolo, khususnya dan Halbar pada umumnya, adalah sebua pulau bersejarah dan penuh sakral, karena di pulau tersebut, terdapat sebuah keramat atau kuburun tua yang dipercaya adalah sebuah kuburan leluhur, sehingga wisatawan yang berkunjung di pulau tersebut tidak bisa berbuat yang aneh alis yang diluar batas kewajaran.

”Saat ini Pemdes Guaeria Kecamatan Jailolo, menarik restiribusi setiap pengunjung yang datang, namun tidak diketahui, pungutan retribusi itu dikemanakan, karena sampai saat ini pemda maupun pihak pengelola dalam hal ini Bumdes Desa Guaeria tidak pernah mengumumkan adanya pemungutan retribusi wisata pulau Babua,”cetusnya.

Senada disampaikan Haikal salah satu pengunjung pulau Babua, dirinya menilai penarikan retribusi di pulau Babua terkesan dipaksakan, karena namanya tempat wisata itu menunjukan kenyamanan wisatawan yang berkunjung, tapi yang terlihat adalah disebuah Gazebo terdapat tumpukan sampah, bahkan satu unit gazebo tidak terurus.

”Ini harus menjadi perhatian pihak Pemdes atau Pokdawis di desa, atau Dinas Pariwisata, jangan hanya menarik retribusi, namun tidak perhatikan fasilitas yang ada di lokasi pariwisata,”pungkasnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bersepeda 47 Kilo Meter, Bakal Meriahkan Pelaksanaan FTW 2021

19 November 2021 - 22:37 WIT

Ayoooo, Ke Puncak Tambesy Spot Baru Wisata Tabaru

28 Oktober 2020 - 04:01 WIT

Danny Bangga Kreatif Anak Muda Lako Akelamo Kembangkan Potensi Wisata Lapasi

20 September 2020 - 13:04 WIT

Resmi Buka Festival Pantai Lapasi, Bupati Danny Ajak Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan

20 September 2020 - 08:47 WIT

Menuju New Normal, Barayan Pasundan Gandeng TNI Baksos di Lokasi Wisata

30 Agustus 2020 - 11:54 WIT

Pemkab Batalkan Pelaksanaan FTJ ke 12

5 Juni 2020 - 11:21 WIT

Trending di Pariwisata