Praktisi Sarankan Masyarakat Belajar “baronda” di Sekwan Kota Ternate

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Salim R. Tampilang.

Agus Salim R. Tampilang.

TERNATE, Teluknews – Praktisi Hukum Agus Salim R. Tampilang sarankan masyarakat Kota Ternate belajar “baronda” ke Sekretaris DPRD Kota Ternate, Aldhy Ali.

Menurut Agus, cara penganggaran ala Sekretaris DPRD Kota Ternate yang memanjakan 30 anggota dewan di Kalumata Puncak menarik dipelajari.

Praktisi Sarankan Masyarakat Belajar “baronda” di Sekwan Kota Ternate
Infografis anggaran perjalanan dinas DPRD Kota Ternate tahun 2025.

“Bila perlu pejabat-pejabat di Ternate ini ka sana (belajar). Saya bilang bagini karena alokasi anggaran perjalanan dinas mereka terlalu besar,” ujar Agus, Rabu 30/7.

Agus mengatakan banyak uang APBD yang habis, namun dampak pembangunan sulit dirasakan. Ia menilai, perjalanan dinas merupakan pemborosan anggaran kasat mata dan masalah klasik yang didaur secara berulang-ulang.

Baca Juga :  Dinkes Kepsul Gelar Dialog Publik Peringati Hari AIDS Sedunia

“Alasannya kan cuma itu-itu saja. Ke sini lah, ke situ lah, tapi hasilnya nol besar. Itu sebabnya, menurut saya mereka belajar di sekwan,” ujarnya.

Agus menyebutkan, Rp 13,236 miliar untuk 32 kali “baronda” 30 Anggota DPRD Kota Ternate yang terinput dalam sirup lkpp ini tidak hanya menguras APBD, tetapi bentuk mendiamkan sejulmlah persoalan yang seharusnya diawasi DPRD.

“Belakangan kan muncul “utang siluman” dalam dokumen KUA-PPS. Ini cara lama supaya torang pe anggkta dewan badiam, tara perlu ribut. Ketimpangan pembangunan di tiga kecamatan terluar sangat jelas dan tidak bisa nafikkan. Wakil rakyat harus hadir di Moti, Hiri dan Batang Dua, bukan sanang-sanang deng perjalanan dinas,” sambungnya.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Ketua TP-PKK Halsel Tekankan Pentingnya Kerjasama Mengantarkan PKK Digaris Terdepan

Agus sebelumnya mengkritisi pemborosan anggaran oleh DPRD Kota Ternate. Dia menduga, penganggaran biaya serimoni sebesar Rp 13, 236 miliar itu hanya “akal bulus” Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Ternate.

“Saya curiga ada main mata waktu pembahasan di badan anggaran (banggar). Mungkin saja ada deal-deal kepentingan tertentu,” terangnya. **

Berita Terkait

Suku Sahu Tegaskan Hak Ulayat dan Identitas Adat Lewat Sosialisasi Dola Siwor
Lewat Jalur Darat, Bupati Tinjau Proyek Jalan Kaputusan-Indari
Warga Kawasi Nilai Narasi WALHI Malut Merendahkan Martabat Mereka
Ismail H. Buamona Terpilih Pimpin DPD KNPI Halmahera Barat
Sekum PP GMKI Terima Gelar Adat Suku Sahu Usai Melantik BPC Jailolo
KNPI Halbar Gelar Musda Ke-VI, Pemuda Didorong Perkuat Peran Strategis Daerah
Skandal Pungli di Pasar Jailolo Terkuak, Pedagang Dibebani Tarif Ilegal
1.000 Personil TNI Mulai Tempati Bataliyon TP 867/Satria Manggasa Halsel

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 08:59 WIB

Suku Sahu Tegaskan Hak Ulayat dan Identitas Adat Lewat Sosialisasi Dola Siwor

Jumat, 28 November 2025 - 19:43 WIB

Lewat Jalur Darat, Bupati Tinjau Proyek Jalan Kaputusan-Indari

Jumat, 28 November 2025 - 16:15 WIB

Warga Kawasi Nilai Narasi WALHI Malut Merendahkan Martabat Mereka

Kamis, 27 November 2025 - 10:37 WIB

Ismail H. Buamona Terpilih Pimpin DPD KNPI Halmahera Barat

Selasa, 25 November 2025 - 20:10 WIB

Sekum PP GMKI Terima Gelar Adat Suku Sahu Usai Melantik BPC Jailolo

Selasa, 25 November 2025 - 11:28 WIB

Skandal Pungli di Pasar Jailolo Terkuak, Pedagang Dibebani Tarif Ilegal

Senin, 24 November 2025 - 21:23 WIB

1.000 Personil TNI Mulai Tempati Bataliyon TP 867/Satria Manggasa Halsel

Senin, 24 November 2025 - 09:24 WIB

Peringati Hari Guru Nasional, Tiga Guru di Halsel Dapat Hadiah Umroh Gratis Dari Pemkab

Berita Terbaru

Ketua DPD II KNPI Halmahera Barat terpilih Ismail H. Buamona. (Yadi)

Daerah

Ismail H. Buamona Terpilih Pimpin DPD KNPI Halmahera Barat

Kamis, 27 Nov 2025 - 10:37 WIB